Gunung Itu Seperti Ibu
Bagi sebagian orang mendaki gunung itu hanya sekedar untuk berfoto atau hanya untuk membuat konten saja. Tapi bagiku gunung itu seperti ibu yang mengajarkan banyak hal.
Kenapa gunung itu seperti ibu?
Bagiku gunung adalah tempat pelarian terbaik saat diri kita sedang tidak baik-baik saja. Di gunung kita bisa menemukan hal-hal baru yang sebelumnya kita tidak pernah temui dikota. Seperti halnya ibu, gunung juga sangat membuat kita tenang saat kita sedang bersamanya. Seorang kawan pernah berkata "gunung tidak membuat kita melupakan masalah, gunung hanya membuat kita merasa bahwa masalah tak berarti lagi" Di gunung kita bisa tahu betapa pentingnya sebuah perjuangan. Di gunung kita bisa merasakan arti kebersamaan yang sesungguhnya. Di gunung kita banyak belajar untuk meredam ego, kita belajar untuk lebih mengalah. Karena saat kita ingin menang sendiri, kita tahu bahwa perjalanan itu akan kalah, dan saat kita mengalah perjalanan itu akan lanjut. Yang menarik dari gunung adalah selalu tampak cantik dari kejauhan. Ketika kita baru menjejakinya, gunung akan terlihat buruk rupa, menyebalkan, dan melelahkan. Tapi jika kita bersedia untuk berjuang melewati segala rintangan, percayalah wajah cantik gunung yang kita lihat dari kejauhan tidak ada apa-apanya, jika dibandingkan dengan keindahan yang akan kita lihat dari puncak gunung. Melihat keramaian dunia maya yang semakin lama seperti pasar, semua saling berkoar tanpa mau mendengar, berpendapat tanpa mau didebat. saatnya uninstall segala masalah dan install segala pasrah. Pada akhirnya, bagiku hutan ganas di gunung lebih baik daripada warganet panas. Pada akhir hari yang melelahkan, bahkan jika matahari terbit, pada akhirnya aku menutup mataku.

Semangat berkarya
BalasHapus