Gunung Sejuta Umat



Sepertinya benar bahwa kesempatan itu sangat berharga. Buktinya, meski sudah berkali-kali mengunjungi negeri di atas awan bernama Dieng saya tetap saja belum berkesempatan naik gunung prau. Gunung dengan ketinggian 2565 mdpl tersebut begitu fenomenal dengan golden sunrise yang sangat indah. Hal itulah yang membuat saya ingin kesana. Pada tahun 2019 lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi gunung prau, gunung yang terkenal dengan golden sunrise yang sangat cantik. Gunung prau ini memiliki beberapa jalur pendakian. Perjalanan kali ini saya memilih basecamp kalilembu untuk memulai pendakian ini. Saya memulai perjalanan ini sekitar jam 1 malam. Dalam perjalanan ini saya tidak sendirian, saya ditemani oleh beberapa kawan saya. Jalur pendakian basecamp kalilembu cenderung lebih datar daripada jalur pendakian basecamp patak banteng yang terkenal cepat tapi sangat curam jalurnya. Pada malam itu jalur pendakian sangat rame karena tepat pada malam minggu. Saya dan kawan-kawan tiba di area sunrise camp tepat jam 3 pagi. Sunrise camp ini sangat luas dan bisa menampung puluhan tenda para pendaki. Setelah sampai di sunrise camp saya dan kawan-kawan berbagi tugas untuk mendirikan tenda dan memasak. Pada malam itu langit di atas gunung prau memang sangat cantik, ditambah bulan dan bintang yang menyinari area sunrise camp ini. Setelah selesai makan saya sedikit mendokumentasikan langit di atas gunung prau ini sedangkan kawan-kawan yang lain tertidur lelap. Setelah puas mendokumentasikan cantiknya langit di atas gunung prau ini saya masuk ke tenda untuk ngopi dan merokok sembari menunggu sunrise. Saya yang lelah karena seharian di perjalanan, akhirnya saya tertidur juga dan alhasil pada saat kita terbangun matahari sudah berada di atas kepala. Saya dan kawan-kawan telat bangun dan tidak bisa menikmati golden sunrise gunung prau. Walaupun saya dan kawan-kawan bangun kesiangan tapi saya dan kawan-kawan tidak menyesalinya, karena tujuan dari pendakian ini bukan hanya tentang melihat golden sunrise yang cantik melainkan pulang ke rumah dengan selamat. Toh gunung tidak akan lari kemana, lautpun akan tetap diam diposisinya. Yang terpenting tenang dan nikmati prosesnya, semua akan indah pada waktunya. 

Selamat Membaca:)



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

gunung pangonan wonosobo

Nyantren yok..

Gunung Itu Seperti Ibu