Cerita Diakhir Perkuliahan
Khususnya Mahasiswa semester akhir, di zaman sekarang ini jangan hanya cinta saja yang diperjuangkan. Masa depan juga harus diperjuangkan dengan cara menyelesaikan skripsinya dengan benar. Banyak sekali mahasiswa semester akhir yang sambat di saat terakhir perjuangannya untuk meraih gelar yang menjadi impiannya. Mulai dari judul yang tidak sesuai keinginan dosen, dosen yang susah dihubungi, susahnya untuk bertemu dosen, dan referensi yang susah untuk dicari. Ditambah pertanyaan-pertanyaan yang membuat mahasiswa semester akhir semakin tertekan.
"Sudah sampe bab berapa skripsinya"
"Jadi kapan ujian seminar proposalnya"
"Kapan sidang skripsinya"
"Kapan wisuda"
"Kapan nikah"
Mungkin bagi kalian yang tidak sedang berjuang akan terdengar biasa-biasa saja, tetapi bagi yang sedang berjuang menyelesaikan skripsinya akan terasa sangat menyakitkan dan membuat mental down. Kalian tidak tahu bagaimana pengorbanan yang dilakukan mahasiswa semester akhir selama berjuang menyelesaikan skripsinya. Terkadang ada yang rela uang makannya demi ngeprint hasil revisian, ada yang rela setiap malam begadang sampe pagi untuk revisian. Jadi tolong untuk saat ini hindari pertanyaan-pertanyaan seperti yang diatas agar tidak membuat mahasiswa semester akhir tidak merasa tertekan.
Banyak usaha yang telah dilakukan oleh mahasiswa semester akhir dalam menyelesaikan skripsinya agar mendapat persetujuan dari dosen pembimbing. Namun perjuangan dalam menyelesaikan skripsi tidak semudah membeli rokok di indomaret.
Untuk kalian mahasiswa semester akhir, berjuanglah demi ijazah yang akan mengantarkanmu menuju kesuksesan yang akan datang. Jangan jadikan keluhanmu sebagai senjata kalian untuk berputus asa. Coba sesekali untuk melakukan instropeksi diri, siapa tahu usaha kalian belum maksimal.
Semangat pejuang skripsi!!!
Komentar
Posting Komentar